Ayam Pelung Cianjur

Posted on 25/10/12

Sim Kuring ngagaduhan informasi salah sahiji binatang paliharaan anu terkenal di Cianjur, ieu teh hiji binatang anu sok diingu atawa dikukut ku sabagian jelema anu resep kana bentuk jeng sora na, apal teu naon..??
eta apalan gening ari tukang hayam mah nya, jhehe.     (Bener, Hayam Pelung)
Hayam Pelung, orang Cianjur atau orang Sunda sering menyebutnya. Itu merupakan sebutan untuk ayam yang mempunyai ciri khas besar dan berkokoknya bagus bangets, panjang..jang...jang..jang (coba dech kamu berkokok, jheuu).
hoyong terang sajarah na hayam pelung asal Cianjur,


Kieu Sajarah na:
Ada dua pendapat yang menyatakan tentang asal muasal dari ayam pelung ini.
Pertama, ayam pelung mulai dipelihara dan dikembang biakan pada tahun 1850 oleh seorang Kiai bernama H. Djarkasih, seorang penduduk Desa Bunikasih, Kecamatan Warung Kondang. Suatu ketika ia bermimpi bertemu dengan Eyang Suryakancana, yang merupakan putera Bupati Cianjur pertama. Dalam mimpi tersebut H. Djarkasih disuruh Eyang Suryakancana mengambil seekor ayam jantan yang disimpan di suatu tempat. Keesokan harinya saat sedang mencangkul di kebun, ia menemukan seekor anak ayam jantan yang besar dan tinggi. Kemudian ayam itu dipelihara dan setahun kemudian kokoknya terdengar enak dan berirama merdu.

Pendapat yang kedua, menyatakan bahwa pada 1940 seorang penduduk Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang yang bernama H. Kosim sedang bertamu kepada Gurunya. Saat itulah ia melihat seekor ayam betina sedang bersama anak-anaknya. Salah satu anak ayam tersebut terlihat berbeda, terlihat lebih besar, tinggi dan berbulu jarang. Kemudian ayam tersebut dipelihara dan dirawat dengan baik sehingga menghasilkan suara yang merdu.

Ayam pelung adalah ayam peliharaan asal cianjur dan asli Indonesia punya (Original). Ayam pelung mempunyai tiga jenis sifat genetik atau bawaan, pertama suara saat berkokoknya yang panjang mengalun, kedua pertumbuhannya yang sangat pesat, dan ketiga postur badannya yang mencapai 5-6 kg untuk ayam pelung jantan dewasa dan tingginya mencapai 40 sampai 50 centimeter. Biasanya ayam pelung ini suka di pertandingkan atau kontes (bukan berantem), dinilai dari bentuk, warna serta suara berkokoknya. Ayam ini tidak jauh berbeda dengan ayam-ayam lainnya hanya yang membedakan banget itu adalah suara berkokoknya.

Kelebihan inilah yang menjadikan ayam pelung dikenal banyak orang, bahkan sampai keluar negeri. Untuk itulah, guna melestarikan dan mengangkat nama ayam pelung ini serta untuk memberikan daya tarik daerah, setiap tahun diadakan kontes ayam pelung yang diikuti pemilik dan pemelihara ayam pelung se-Jawa-Barat dan DKI Jakarta. Harga ayam pelung bisa mencapai 10-20 juta per ekor, untuk ayam jantan. Sedangkan untuk ayam betinanya yang masih berproduksi bernilai 500 ribu sampai 800 ribu.
Mahal yah..???



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Berkomentar Kawan..!!!